Tumbuhan Tak Berpembuluh: Lumut

Berdasarkan pengelompokan ciri-ciri yg dimiliki oleh tumbuhan, ada kelompok tumbuhan yg tak memiliki akar, batang, dan daun. Maka, dalam tubuhnya tidak ada jaringan ikatan pembuluh sehingga tumbuhan ini disebut sebagai ‘tumbuhan tak berpembuluh’. Contohnya jamur(fungi), ganggang(alga), lumut(bryophyta), lumut kerak(lichenes).

Kali ini, lumut menjadi pembahasan kami.
Tumbuhan lumut sudah memiliki zat hijau daun sehingga dapat mensintesis makanannya sendiri. Tempat hidupnya di daratan yang lembab (higrofit). Lumut tak mempunyai akar, batang, dan daun sejati namun ia memiliki organ yg menyerupai akar disebut rizoid.

Lumut sering ditemukan dalam keadaan berkelompok, satu sama lain saling menjalin, sehingga di antara tubuhnya sering terdapat air yang tertahan. Lumut dapat tumbuh baik di tempat yg mempunyai kelembaban tinggi.

Ukuran tubuh lumut tidak pernah melebihi 15cm. Kalaupun ada, biasanya karena lumut tersebut bertumpuk-tumpuk. Jadi, tumbuhannya hampir rata dengan tempat ia tumbuh. Alat perkembangbiakannya tampak dengan jelas di antara rumpun-rumpun yang menyerupai daun.

PENGELOMPOKAN LUMUT
Lumut dibagi dalam tiga kelompok:
1) Lumut Daun (Musci)
Lumut daun atau lumut sejati memiliki bagian yg menyerupai akar disebut rizoid, batang, dan daun. Rizoid berfungsi untuk melekatkan diri pada tempat hidupnya dan menyerap air dan mineral. Daun tumbuhan bertumpu pada batang yg sangat halus. Pada ujung batang sering tampak ‘kotak spora’.
Contohnya: lumut tali(Pogonotum), lumut benang(Mnium), Polytrichum commune.

2) Lumut Hati (Hepaticae)
Lumut hati be rg beda dengan lumut daun. Lumut hati tubuhnya berbentuk lembaran yang agak panjang bercabang-cabang dengan percabangan seperti hati, melekat pada tanah dengan banyuan rizoid.
Contohnya Marchantia polymorpha.

3) Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)
Lumut tanduk adalah anggota tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut atau Bryophyta. Tumbuhan ini biasa hidup melekat di atas tanah dengan perantara rizoidnya. Lumut tanduk mempunyai talus yang sederhana dan hanya memiliki satu kloroplas pada tiap selnya. Pada bagian bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup. Lumut tanduk sering dijumpai hidup di tepi danau, sungai atau di sepanjang selokan.

Anthoseropsida tidak berbeda jauh dengan lumut hati. Perbedaan lumut tanduk dengan lumut hati adalah sporofitnya yang membentuk kapsul memanjang dengan hamparan gametofit seperti karpet yang lebar. Lumut tanduk berdasarkan asam nukleatnya memiliki kekerabatan hubungan yang dekat dengan tumbuhan berpembuluh.

Lumut tanduk juga mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) ketika fase sporofit dan fase gametofit terjadi secara bergiliran. Susunan sporogonium lumut tanduk lebih rumit jika dibandingkan dengan lumut hati lainnya. Gametofitnya mempunyai cakram dan tepi bertoreh. Sepanjang poros bujurnya terdapat sederetan sel mandul yang disebut kolumela. Kulomela dilindungi oleh arkespora penghasil spora. Dalam askespora, selain spora, juga dihasilkan sel mandul yang disebut elatera. Tidak seperti lumut hati lainnya, masaknya kapsul spora pada sporogonium lumut tanduk tidak bersamaan, tetapi berurutan dari bagian atas sampai pada bagian bawah.

DAUR HIDUP LUMUT
Dalam perkembangbiakannya, lumut mengalami dua tahap pergiliran keturunan(metagenesis), yaitu tahap sporofit yg menghasilkan spora dan tahap gametofit yg menghasilkan sel gamet. Mekanismenya adalah sebagai berikut.
(a) spora jatuh di tempat yg lembab tumbuh menjadi protonema.
(b) protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut
(c) lumut dewasa menghasilkan arkegonium yg menghasilkan sel kelamin betina (sel telur) dan anteridium yg menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid). Tahap ini disebut gametofit karena lukut menghasilkan sel gamet (sel kelamin).
(d) spermatozoid akan membuahi sel telur sehinhga membentuklah zigot.
(e) zigot tumbuh menjadi sporogonium, yaitu tumbuhan lumut yg menghasilkan spora. Tahap ini disebut sporofit. Spora tersebut akan berkembang kembali mengulangi daur hidupnya dalam tahap sporofit, lalu gametofit.

Sumber referensi:
Sabariah, Ike. 2003. Aktif Sains Biologi 1. Bandung. Ganeca Exact.
id.m.wikipedia.org/wiki/Lumut_tanduk. 20 November 2015. 13.25wib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s