Surabaya Heritage Track: Historical of Train Station in Surabaya

image

SURABAYA HERITAGE TRACK 2015
with Toto Education Center on Sunday October 11th, 2015.
pick up point at 7am @TEC, Bulaksari Surabaya
Rp20.000 – (from TEC to House of Sampoerna-PP, Snack)

Exploring Surabaya
(Stasiun Kota – Stasiun Kalimas Lama) 09:00 – 10:30

“KERETA API DARI MASA KE MASA” 

Kereta api mulanya dikenal sebagai kereta kuda yangdigunakan untuk menarik rangkaian kereta serta berjalan di jalur yang terbuat dari besi. Sampai seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris George Stephenson menemukan sebuah mesin untuk menggerakkan rangkaian kereta tersebut. Lewat pameran dengan tema “Kereta Api dari Masake Masa” yang digelar oleh House of Sampoerna bekerja sama dengan Heritage Railways Jakarta dan Komuter Surabaya mulai tanggal 04 September – 04 Oktober 2015 di Museum HoS,masyarakat diajak untuk lebih mengenal sejarah perkeretapian dan peninggalannya.

Perkembangan kereta api di Indonesia diawali adanya desakan kebutuhan akan transportasi untuk pengangkutan hasil bumi sebagai barang dagangan untuk dijual ke pasar Internasional, maka pada tahun 1864 di Semarang dibangunlah kereta api pertama oleh Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV.NISM). Kesuksesan NISM ini mendorong perusahaan kereta api milih pemerintah Belanda, Staatspoorwegen (SS) untuk membangun jalur kereta api pertama di Surabaya pada tahun 1875. Seiring dengan perkembangan jaman, kereta api terus melakukan perbaikan dan inovasi untuk memenuhi kenyamanan dan tuntutan masyakarat akan kebutuhan transportasi.

Sebanyak 25 koleksi perlengkapan dan miniatur kereta api milik Heritage Railways Jakarta ditampilkan mewakili setiap masanya. Beberapa koleksi tersebut adalah miniatur loko uap yang masuk ke Indonesia pada tahun 1929, serta mesin cetak tiket edmonson yang dipergunakan sejak 1875 – 1990.
Selain itu, ada 14 koleksi milik kolektor dari Komunitas Peduli dan Pecinta Kereta Api (Komuter) Surabaya seperti tiket kereta api Jogja – Magelang (1970) yang hanya tersisa satu di Indonesia, baut SS (1878), dan lampu hansin yang digunakan untuk memberangkatkan kereta api di malam hari.

Pameran ini merupakan bentuk kepedulian akan sejarah panjang kereta api sebagai salah satu moda transportasi massal di Indonesia, serta berkaitan dengan hari ulang tahun PT KAI ke-70 yang diperingati pada tanggal 28 September 2015. HoS menggelar berbagai kegiatan berkaitan dengan kereta api, selain pameran di museum, bis keliling Surabaya Heritage Track (SHT) dan program jalan kaki Klinong Klinong nang Suroboyo (KKS) menggelar tur khusus dengan mengunjungi beberapa stasiun kereta api di Surabaya.

House of Sampoerna (HoS) menggelar kegiatan Surabaya Heritage Track dengan tema menelusuri jejak kereta api ‘klinong klinong nang Suroboyo’. Kegiatan digelar sebulan 11 September – 11 Oktober 2015.

Jaringan kereta api dibangun pertama kali di Surabaya pada tahun 1875 sebagai sarana pengangkutan hasil perkebunan yang kala itu mengalami peningkatan sebagai akibat dari Culturstelsel atau sistem tanam paksa yang diterapkan oleh pemerintah Belanda.

Jaringan transportasi kereta api ini mulai dioperasionalkan oleh Staatsspoorwegen (SS), sebuah perusahaan kereta api Hindia Belanda.
Jalur kereta api pertama kali dibangun adalah untuk menghubungkan Surabaya – Pasuruan – Malang dan diawali dengan pembangunan Stasiun Surabaya Kota Lama. Peningkatan jumlah penumpang kereta api yang melebihi kapasitas stasiun yang ada mendorong SS membangun stasiun baru seperti Stasiun Gubeng di tahun 1897.

Dalam sejarah transportasi rel di Indonesia, Kota Surabaya merupakan titik awal pembangunan lintas pertama SS dan Surabaya merupakan basis perkembangan SS sebelum kepindahan kantor pusat kereta api ke Bandung.

“Melalui program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) ‘a Train for Surabaya Track’ yang diadakan selama tanggal 11 September – 11 Oktober 2015, trackers diajak untuk menelusuri jejak perjalanan kereta api dalam peranannya menjadikan Surabaya sebagai kota modern dengan melihat Stasiun Kalimas Lama yang dulunya berfungsi sebagai stasiun pengangkut barang hasil perkebunan, dan stasiun Surabaya Kota Lama yang merupakan stasiun barang pertama yang didirikan di Surabaya,” kata Diyah Dwi Kurniasari, Marketing Executive House of Sampoerna.

Tur tematik SHT diselenggarakan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan sejarah Surabaya serta berbagai bangunan kuno namun memiliki nilai sejarah tinggi. Tur SHT dapat dinikmati oleh wisatawan secara cuma-cuma. Melalui berbagai tur SHT tracker tak hanya dapat menikmati berbagai bangunan cagar budaya, namun juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.

Tur tematik akan mengunjungi  Stasiun Kalimas Lama dan Stasiun Surabaya Kota Lama (Semut). Stasiun Kalimas sebelumnya  difungsikan sebagai stasiun bongkar muat peti kemas. Sebagai akibatnya, Stasiun Kalimas tidak melayani angkutan penumpang dan hanya melayani angkutan barang saja. Mayoritas kereta barang yang diberangkatkan dari Stasiun Kalimas adalah Kereta Barang yang menuju Batavia, Tanjung Priok dan Banyuwangi.

Sedangkan Stasiun Surabaya Kota Lama merupakan stasiun pertama yang dibuka untuk umum di Surabaya. Stasiun yang berada di tepi sungai Kali Mas ini biasa disebut sebagai Stasiun Semut. Stasiun yang letaknya sangat dekat dengan pusat perniagaan kota itu diresmikan tepat pada pembukaan jalur baru SS lintas Surabaya-Pasuruan pada 16 Mei 1879.

Walau menjadi stasiun akhir dari lintas Surabaya-Pasuruan dan Malang, bangunan Stasiun Surabaya Kota bukan merupakan tipe stasiun terminus. Desainnya sendiri masih ada pengaruh dari aliran yunani kuno. Gaya seni desain seperti itu jamak diterapkan pada bangunan-bangunan stasiun abad ke-19 seperti Stasiun Bogor, Stasiun Tanjung Priuk Dermaga (stasiun lama), Stasiun Sukabumi, dan stasiun besar lainnya. Pada awal dibangun, Stasiun Surabaya Kota memiliki lima jalur, dilengkapi dengan bengkel lokomotif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s