Resensi Buku – RICH Dad, POOR Dad

Resensi Buku

Judul Buku : RICH Dad, POOR Dad

Pengarang : Robert T. Kiyosaki bersama Sharon  L. Lechter C.P.A

Kyosaki -Rich Dad Poor Dad

Penyampaian yang mengalir dalam tiap bab di buku ini menciptakan suasana membaca yang nyaman dari awal hingga akhir. Kyosaki mencoba menggambarkan perbedaan cara pandangnya dengan permisalan  dua orang ayah, yang disebutnya Rich Dad (ayah kaya) dan Poor Dad(ayah miskin). Kedua ayah ini mengajari kita tentang memperlakukan uang dalam hidup. Ayah kaya mengatakan, “orang kaya tidak bekerja untuk uang, orang kaya menciptakan uang”.

Kyosaki sejatinya sangat mengkritik pola pendidikan formal (sekolah) saat ini. Sekolah  tidak menyiapkan anak-anak untuk menghadapi dunia yang riil. Menurut Kyosaki, disekolah kita belajar mengenal tentang kesalahan itu buruk dan kita dihukum karena kita berbuat kesalahan. Sedangkan manusia didesain belajar dengan membuat kesalahan. Seperti halnya kita belajar berjalan dengan jatuh.

Ia pun sangat tidak setuju terhadap dogma pendidikan berikut : belajarlah yang giat dan raihlah angka yang baik, dan kamu akan mendapat pekerjaan yang berupah tinggi dengan tunjangan dan keuntungan yang besar. Namun begitu, Ia pun menekankan betapa pentingnya pendidikan formal (sekolah). Bagi Kyosaki, bekerja lah untuk belajar, jangan bekerja untuk uang.

Suatu sikap berani mengambil risiko dan mengatasi berbagai hambatan yang harus ditumbuhkan sejak kecil digambarkannya melalui peran tokoh utama dan sahabatnya, Mike. Karaker lugu anak-anak yang memiliki keinginan kuat memiliki mainan baru, sepatu baseball bagus, sarung tangan baru seperti teman-temannya yang kaya, diolah sedemikian rupa hingga menjadi pendidikan mandiri dan berkarakter oleh si penulis.

Buku ini menjadi tamparan tersendiri bagi mereka yang masih berpikiran uang adalah segalanya. Bekerja dari pagi hingga malam, mencari uang hanya untuk memenuhi liabilitas (kewajiban). Poin-poin utama dalam buku ini mengajarkan kepada kita untuk melek financial. Dimisalkan dalam perlombaan tikus (Rat Race), setiap orang  akan bekerja namun pada akhirnya tidak memiliki apapun untuk menikmati hidupnya.

Banyak pelajaran berharga mengenai manajemen uang yang diajarkan di buku setebal 238 halaman ini. Namun si penulis pun yakin tak semua cara yang dicontohkannya harus dilakukan persis sama. Menurutnya setiap orang punya kemampuan mengatasi risiko, sikap berani, dan kejeniusan yang berbeda, sehingga langkah yang ditempuh pun berbeda.

Menurut Kyosaki dalam salah satu buku best seller-nya ini, jika bingung menentukan bisnis yang akan dipilih, kuncinya adalah fokus pada bisnis sendiri. Jangan takut jika Anda jatuh dan gagal. Sangat cocok dibaca bagi kaum muda maupun dewasa yang menyukai tantangan dan ingin bebas finansial.

Penulis resensi  : Mrs. Hanee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s