Tamansari, Simpan Pesona Keindahan Jogjakarta

Visit Indonesia : Tamansari (Watercastle)

Jogjakarta, menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa yang paling diminati. Kota kuno ini menyimpan beragam bangunan dan cerita sejarah yang eksotis. Salah satunya Tamansari, sebuah taman sekaligus benteng perlindungan terakhir yang dibangun pada masa pemerintahan Hamengku Buwono I 1758-1765/9.

Liburan ke Jogja pada 2008 menggelitik kami untuk menyempatkan diri mampir ke lokasi ini. Tidaklah jauh dari lokasi wisata Keraton Jogja, tepatnya disekitar jalan Mataram. Ini pengalaman pertama kami kelokasi tersebut, karena belum paham benar kami meminta seorang guide untuk memandu dan menceritakan sejarah Tamansari.

Pada masa jayanya, Tamansari merupakan taman buatan didekat keraton Jogja dan disebut-sebut sebagai taman air (Water Castle). Jika sekarang Indonesia punya kebun Raya Bogor, jaman dulu Keraton Jogjakarta punya Tamansari. Pada zamannya, tempat ini merupakan tempat yang paling eksotis. Bagian terluar Tamansari ini terdiri dari danau buatan yang disebut “Segaran” (harfiah=laut buatan), bangunan utama yang ada di tengahnya, serta taman dan kebun yang berada di sekitar danau buatan tersebut. Di samping untuk memelihara berbagai jenis ikan, danau buatan Segaran juga difungsikan sebagai tempat bersampan Sultan dan keluarga kerajaan. Sayangnya keindahan Tamansari seutuhnya tak dapat kita nikmati lagi. Sebab kini danau buatan itu tak lagi berisi air melainkan telah menjadi pemukiman padat yang dikenal dengan kampung Taman. Bangunan-bangunan yang tersisa dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, meski sisa-sisa kemegahannya masih tampak nyata. Kini kemegahan Tamansari hanya tersisa lokasi pemandian raja dan lorong bawah tanah yang konon bercabang-cabang, sangat panjang hingga ke pantai laut selatan, ini bertujuan sebagai jalur penyelamatan saat terjadi penyerangan di keraton. Kini sebagian besar lorong panjang dan bercabang itu tak lagi dapat dilalui karena padatnya bangunan diatasnya sehingga sangat membahayakan. Sedangkan beberapa bagian lorong yang masih aman dimanfaatkan sebagai masjid bawah tanah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Sekitar tahun 2011, pemerintah mulai berupaya membangun kembali kontur-kontur Tamansari yang masih dapat ditelusuri bentuk dan keberadaannya, demi menonjolkan kembali kemegahan Tamansari. Dibimbing seorang guide yang begitu telaten menceritakan seluk-beluk sejarah Tamansari, kami juga diajak menyusuri bukit buatan yang dipuncaknya terdapat bangunan menyerupai aula, luas dan tinggi. Bangunan itu menjadi lokasi yang strategis bagi Jogjakarta, sebab disana kita dapat menyaksikan wilayah keraton Jogja dan pemukiman penduduk disekitarnya.

Terdapat pula lokasi kolam pemandian para putri hingga selir. Konon Raja Hamengku Buwono ke-3 memiliki jumlah selir terbanyak, mencapai 30 orang. Ditepi kolam yang hingga kini masih dipenuhi air jernih itu, terdapat menara sebagai tempat raja menyaksikan selir-selirnya mandi. Konon jika raja ingin salah satu dari mereka menemaninya, akan dilemparnya setangkai mawar kearah kolam. Selir yang dapat menangkapnya mendapat giliran bertemu dengan raja. Wow…!! Pada bagian bawah menara tersebut terdapat ruangan yang berisi bale-bale, tungku tempat membakar wangi-wangian, gentong kecil yang diisi air berfungsi sebagai cermin.

Jika Raja ingin menikmati permainan musik, kompleks Tamansari juga telah dibangun dengan desain khusus. Tanpa pengeras suara seperti saat ini, musik akan mampu mengalun hingga terdengar di seluruh bagian taman. Hal ini disebabkan pembangunan gasebo-gasebo tempat pemain musik beraksi sangat unik dan mendukung gelombang suara yang mengalun menjadi semakin kuat.

Sebelum pulang, kami membeli sedikit souvenir berupa lukisan yang dibuat dengan cara membatik.

Ingin rasanya meluangkan waktu untuk mengunjungi Tamansari tiap berkunjung ke Jogjakarta. Sebab selain menyimpan beragam pesona arsitektur dan sejarah, Tamansari memiliki beragam sisi keindahan fotografi. Selamat menikmati pesona Indonesia !!! (Hani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s