Toto Education Center : Gerakan Revolusi Pendidikan (edisi 01/2013)

Setiap Anak Berpotensi Cerdas

Otak adalah organ yang kompleks dan mengagumkan. Secara anatomi, otak bayi sama dengan otak orang dewasa, namun lebih kecil.

Rata-rata berat otak orang dewasa adalah 3 pon (1,36 kg)

Saat lahir, otak bayi beratnya 14 ons (396,8 gram).

Saat berusia 6 bulan 1,31 pon (0,594 kg) dan

Saat berusia 3 tahun 2,4 pon (1 kg)

Jadi dapat terlihat bahwa selama 2 tahun pertama dalam hidup otak tumbuh pesat secara fisik.

Saat lahir otak memiliki 100 miliar neuron atau sel saraf yang merupakan jumlah total sel yang akan dimiliki otak. Otak berkembang terus menerus hingga masa tua, tetapi ada masa dimana otak anak bertumbuh dan berkembang sangat cepat. Pada saat itulah, sangat penting orang tua dan pengasuh anak untuk bermain dengan anak, merespon anak, dan berbicara dengan anak, kita perlu memberikan stimulasi yang akan membantu perkembangan otak. Karena inilah cara koneksi-koneksi dalam otak berkembang dan pembelajaran terjadi.

Namun, koneksi-koneksi dalam otak yang tidak digunakan atau sedikit digunakan mungkin akan melemah. kelemahan ini dikenal sebagai pemangkasan neural atau pruning yang kaya akan bahasa berhasil baik disekolah, sedangkan anak yang tidak dibesarkan dilingkungan seperti itu mungkin beresiko mengalami kegagalan akademis.

Selain itu, saat lahir miliaran neuron ini telah membentuk lebih dari triliun koneksi, atau sinapsis, lewat proses yang disebut synaptogenesis, perkembangbiakan koneksi saraf. Proses ini akan berlanjut hingga usia 10 tahun.

Pengalaman yang dimiliki anak membantu pembentukan koneksi saraf ini. Pengalaman sangat penting. Jika anak tidak memiliki pengalaman yang mereka butuhkan untuk membentuk koneksi saraf, mereka mungkin beresiko mengalami perkembangan dan perilaku yang buruk.

Pada masa ini pula, hendaknya para orang tua memperhatikan asupan gizi pada anak-anaknya. Kekurangan gizi tertentu berakibat buruk pada perkembangan otak anak, mempengaruhi kecerdasannya, serta berpengaruh buruk pada kehidupan mereka dimasa-masa yang akan datang.

PERIODE EMAS (golden period)

Pada 4 tahun pertama kehidupan seorang anak, para ahli mengatakan bahwa masa yang paling menentukan kecerdasan adalah pada tahun pertama kehidupan anak. Pada periode itu otak dan sistem saraf tumbuh paling cepat dan ukuran otak telah berkembang menjadi 3 kali lipat pada saat bayi genap berusia 1 tahun. Karena begitu pentingnya periode atau masa ini, maka periode tahun-tahun awal kehidupan seorang anak disebut sebagai periode emas  pertumbuhan otak atau (brain growth spurt).

Periode emas pertumbuhan otak adalah tahap yang paling cepat dan kritis dalam perkembangan otak. Periode ini terjadi pada trimester ketiga kehamilan dan selesai di antara ulang tahun ke 3 dan ke 4 seorang anak. Setelah itu, pertumbuhan otaknya akan melambat. Pada masa ini, pertumbuhan otak anak sangat rentan terhadap konsekuensi yang merugikan dari kekurangan stimulasi dan mala nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa jika jumlah sel otak tidak berkembang di masa ini, maka kekurangan secara permanen dapat terjadi.

Oleh karena itu, masa periode emas pertumbuhan otak adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi otak anak anda untuk berkembang sesuai dengan potensinya. Pada masa emas pertumbuhan otak, sangat penting untuk memberikan anak nutrisi yang mereka butuhkan untuk perkembangan otak. Hal yang juga penting adalah memberikan stimulasi yang optimal kepada otak anak-anak untuk melatih kecerdasannya.

Sembilan Tipe Kecerdasan Anak

Multiple intellegence merupakan berbagai jenis kecerdasan anak. Apa saja yang termasuk di dalamnya?

Musical, kemampuan untuk menciptakan lagu, mengerti, dan memahami musik, menyanyi, dll

Bodily-kinesthetic, kemampuan untuk menggunakan kecekatan tubuh untuk mengatasi masalah, menghasilkan suatu produk

Logical mathematical, kemampuan untuk menghitung, berpikir sistematis, dll

Linguistik, kemampuan untuk membaca, menulis, dan komunikasi

Visual Spacial, kemampuan membayangkan suatu hasil akhir, berpikir sistematis, dll

Interpersonal, kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara efektif, kemampuan untuk berempati dan memahami orang lain.

Intrapersonal, kemampuan untuk menganalisis diri sendiri, menggunakan perasaannya, untuk membuat perencanaan dan tujuannya

Natural, kemampuan untuk mengenali flora dan fauna, melihat perbedaan dan persamaan yang ada pada alam ini.

Moral, kemampuan untuk memiliki nilai-nilai dan norma yang ada di masyarakat dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari

Mulai pahami tipe kecerdasan anak anda, gali dan kembangkan.

 

Revolusi Belajar : Belajar yang Menyenangkan

Anak-anak sulit sekali untuk membuka buku dan mulai belajar. Tentu mereka akan berontak saat Anda menyuruhnya, ini merupakan sifat alamiah. Bahkan orang dewasa pun tidak suka disuruh-suruh untuk melakukan sesuatu.

 Belajar yang efektif adalah belajar yang datang dari keinginan diri sendiri.

Tapi bagaimana membangkitkan keinginan belajar pada anak??

Kuncinya :

Buatlah kegiatan belajar yang menyenangkan dan

Orang tua “melek” teknologi wajib hukumnya.

Berikut ini beberapa contoh kegiatan edukatif untuk anak :

(1)   Mengajaknya mengunjungi dan merasakan lokasi-lokasi bersejarah.

Sebelumnya, tentu saja orang tua harus mempersiapkan informasi apa saja yang pantas disampaikan kepada anak-anak. Sesekali buatlah penyampaian seperti sebuah jalan cerita yang menarik.

Untuk memudahkan Anda mengetahui informasi lokasi tersebut, carilah di internet atau buku-buku.

(2)   Permainan edukatif di komputer, dapat diperoleh dari internet atau membeli CD game edukatif di toko-toko buku.

(3)   Ajak anak berkegiatan luar ruang, misal outbond untuk anak, berenang di waterpark yang memiliki beragam permainan ketangkasan, memancing, menanam  di ladang atau sawah, bereksperimen di dapur, dan banyak lainnya.

(4)   Ajak mereka mencintai lingkungan dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, menilai lingkungan yang sehat dan tidak sehat. Ajak anak untuk memikirkan dampak yang terjadi.

(5)   Saat mengulang materi sekolah, anda dapat memanfaatkannya dalam sebuah permainan tebak-tebakan. Anak memberi tebakan pada orang tua, begitu pun sebaliknya, jika menjawab dengan benar mendapatkan poin. Setelah satu semester terkumpul sejumlah poin yang disepakati, nantinya dapat ditukarkan dengan hadiah (tentu hadiah yang dapat menstimulasi belajarnya seperti, buku, permainan edukatif, atau sedekah ke panti asuhan).

Metode poin ini juga dapat gabungkan dengan poin perilaku baik yang telah dilakukannya sehari-hari (seperti, membantu pekerjaan rumah, bersikap sopan santun, dan lainnya).

Mengumpulkan poin jauh lebih mendidik anak untuk lebih bersabar dalam mendapatkan keinginannya dibandingkan memberi hadiah setiap saat. Sehingga dalam benaknya akan tertanam, memperoleh sesuatu membutuhkan usaha yang terus menerus. Hal ini dapat melatih sifat sabar dan tak pantang menyerah.

Anda pun dapat memberikan hukuman pengurangan poin jika apa yang dilakukan tidak mencerminkan sikap yang baik, bukan malah memukulnya atau mengancam.

Buat kesepakatan sebelumnya, sehingga anak akan tahu konsekuensi setiap tindakannya.

(6)   Belajar dengan lagu, sebab anak mudah sekali mengikuti dan mengingat lagu. Cara melatihnya adalah dengan mendengarkan musik dan bernyanyi. Mengajarkan anak menyanyikan lagu-lagu sederhana sesuai usia mereka. Melakukan pekerjaan dengan bernyanyi, misalnya saat mandi dan bangun pagi. Membuat lagu sendiri untuk menghafal materi di buku seperti nama-nama planet, nama susunan warna pelangi, nama jenis batuan, dan lainnya.

(7)   Membangkitkan rasa percaya dirinya, sesekali ajak anak untuk mengikuti kompetisi / perlombaan. Misal lomba menggambar, membaca puisi, spelling bee (lomba menulis kata dalam bahasa Inggris), dan lomba-lomba lainnya.

Tanamkan pada anak, kemenangan hanyalah bonus sebab yang terpenting adalah keberaniannya dalam menjalani.

(8)   Mengajarkan pendidikan moral kepada anak-anak juga menjadi prioritas. Sebab sikapnya terhadap masyarakat dan lingkungan lah yang akan membentuk jalan keberhasilannya kelak. Ingat, anak yang bersikap menyenangkan dan suka menolong akan memiliki banyak teman yang membantunya saat kesulitan. Karakter positif  ini akan terus berlangsung hingga dewasa.

Anak-anak adalah cerminan dari orang tuanya. Maka, jika Anda ingin anak-anak Anda berkarakter baik, maka pantaskanlah diri berkarakter baik, dan anak akan mencontohnya.

Dan kegiatan lainnya yang dapat Anda kembangkan sendiri.

author : Ms.Hanee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s